Home » 2013 » November

Monthly Archives: November 2013

Manajemen dan Perizinan File pada Linux

buonanotte….. kali ini saya akan sedikit mengulas kembali tentang perintah-perintah pada management file dan file permission dalam sistem operasi Linux.

Melihat daftar direktori
$ pwd  (berfungsi untuk mengetahui kita sedang berada di direktori mana)
/home/user/kampus
$ ls (melihat daftar dari file-file yang ada di direktori tempat kita berada)
text1 text2 text3
$ ls /home/user/kampus
text1 text2 text3

Selain dengan cara di atas, terdapat cara untuk menampilkan daftar direktori dengan ditambahkan -l (long) dan -a (all). Maksudnya saat kita mengetikan perintah $ls -al maka sistem akan otomatis mengeluarkan daftar direktori beserta dengan formatnya.

contoh :

permissions

gambar

dari contoh di atas penjelasannya adalah sbb:

huruf pertama (garis oranye) menunjukan tipe file

d = direktori                                       p = named pipe

– = regular file                                   c  = character device file

s = Unix domain socket                    b = block device file

l = symbolic link

9 huruf berikutnya (dipisahkan 3 huruf 3 huruf) menunjukan hak akses dari user, group ataupun other

r   : Ijin untuk membaca file (cat nama_file)

w : Ijin untuk merubah isi file (cat >> nama_file)

x  : Ijin untuk mengeksekusi file (./nama_file)

Ijin akses untuk direktori :

r   : Ijin untuk membaca direktori (ls -l nama_direktori)

w : Ijin untuk merubah isi direktori (rm nama_file/nama_direktori)

x  : Ijin untuk mengeksekusi direktori (cd nama_direktori)

lalu diikuti dengan keterangan pemilik, group, ukuran, tanggal dan nama file atau direktori.

Untuk melihat direktori-direktori kita juga bisa menggunakan command berikut:

  1. ls -lt berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (baik yang terbaru maupun terlama)
  2. ls -lS berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan ukuran file (Dari besar hingga terkecil)
  3. ls -lrt berfungsi mengurutkan daftar file dari yang terlama hingga yang terbaru

Copying, moving, and deleting file

cp Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.

mv Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.

rm Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.

Beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:

  • f atau —force
    Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  • i atau –interactive
    Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup
    Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

Membuat dan menghapus direktori

$mkdir -p d1/d2/d3 berfungsi untuk membuat direktori bersarang. Jika kita tidak ditambahkan -p maka akan terjadi error. Sedangkan jika kita ingin menghapus direktori bersarang, kita hanya mengetikan $rmdir -p d1/d2/d3. Tidak hanya itu ada juga cara menghapus secara rekursif, dimana direktori yang dihapus akan terhapus semua hingga ke akarnya dengan cara $rm -r d1.

Perintah Find

Perintah find ini digunakan untuk mencari file/direktori dengan cara $find . -nama “text”.

Kompresi File

Pada linux, terdapat 2 program yang populer dalam mengkompres file yaitu konpresi gzip dan bzip2.

  1. gzip
    $gzip -d services.gz
  2. bzip2
    $bzip2 services dan perintah bunzip untuk dekompresi file bzip2nya $ bunzip2 services.bz2

Setelah membahas manajemen file, lalu kita masuk ke file permission.

Pada sistem operasi linux terdapat 3 jenis hak akses, antara lain adalah :

1. Read
2. Write
3. Execute

Dalam implementasinya, untuk mengatur hak akses pada linux ada dua cara yaitu :

1. Mode Simbolik

Cara mengatur hak akses menggunakan mode simbolik :
a. Memutuskan hak akses tersebut untuk kepemilikian apa. Kepemilikan ditandai dengan : user (u) , group (g),  other (o) dan all (a).
b. Memutuskan hak akses itu mau ditambah (+) atau dihapus (-) atau juga diset semua kepemilikan dengan menggunakan (=).
c. Memutuskan apakah hak akses tersebut akau dizinkan untuk read (r), write (w), execute (x) dan tidak diizinkan (-)

Contoh :
$ chmod a=w namaFIle
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r–r–
$ chmod g+x namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r-xr–
 $ chmod u+wx namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rwxr-xr–
 $ chmod ug-x namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rw-r—r–

2. Mode Numerik

Pada mode numerik mengatur hak akses dengan menggunakan 3 digit nomer oktal. Dibawah ini nilai hak akses :
Read = 4
Write = 2
Excute = 1
No Permission = 0

Contoh :
 $ chmod 740 namaFile
Dalam hal ini, izin namaFile menjadi -rwxr—–. Pemilik/user akan memiliki izin read, write dan execute (7 = 4 + 2 + 1), kelompok/group memiliki izin read (4), dan other tidak memiliki izin akses (0).

Referensi :

Resume Kuliah Umum Prof. Bruce Waldrip

Tanggal 7 november 2013 ialah hari dimana kuliah umum itu dilaksanakan, bertempat di auditorium JICA, dan dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa ilkom dan pilkom juga para dosen.

Kuliah Umum tersebut berjudul “Applying Research to Our Teaching of ICT” yang ditujukan untuk bagaimana kita menerapkan penelitian ke dalam pengajaran ICT kita, sehingga proses pengajaran pun dapat lebih baik lagi.

Garis besar dari Kuliah Umum ini ialah dianjurkannya penggunaan teknologi untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Prof Bruce melakukan peragaan dengan menggunakan kamera dari iPhonenya untuk melihat objek-objek kecil dan langsung memperlihatkannya kepada audience menggunakan proyektor, Hal seperti itu bisa diterapkan pada pengajaran di sekolah-sekolah. Jadi penggunaan teknologi sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Di tengah-tengah presentasi, beliau juga memberikan kuis-kuis bertemakan pertanyan logika juga beliau memperlihatkan video-video yang dapat menginspirasi kita walaupun beberapa diantaranya berolusi rendah sehingga kita tak bisa menangkap secara utuh maksud dari video itu.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang dapat membantu manusia khususnya di bidang pendidikan, maka…….

“Timbul Pertanyaan……….“

`apakah peran guru dimasa yang akan datang itu dibutuhkan?`

jawabannya iyalah peran guru masih dibutuhkan, mengapa? karena sebagus apapun teknologi saya kira tak akan bisa yang bisa seperti seorang guru dalam menjelaskan materinya, dimana guru bisa mengetahui metode apa yang tepat untuk diberikan pada anak didiknya dan teknologi digunakan untuk membantu guru menyampaikan materinya.