Home » 2014 » February

Monthly Archives: February 2014

Tugas Review Jurnal

Saya ditugaskan untuk mereview 10 jurnal mengenai komputer dengan tema bebas, di post ini, saya mereview 9 jurnal yang berkaitan dengan mobile device dan 1 jurnal yang berkaitan dengan data mining, berikit adalah review-reviewnya :

Jurnal 1

Penentuan Gender Otomatis Berdasarkan Isi Microblog

Memanfaatkan Fitur Sosiolinguistik

Oleh :
Yudi Wibisono
Naufal Faruqi

Abstrak

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa penentuan gender secara otomatis bisa bermanfaat untuk kepentingan forensik dan komersial. Penentuan gender secara otomatis dalam jurnal ini berdasarkan dari isi pengguna microblog(twitter) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memanfaatkan fitur sosiolinguistik(kajian tentang ciri khas variasi bahasa, variasi fungsi bahasa dan pemakai bahasa karena ketiga unsur itu selalu berinteraksi, berubah dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat tutur.{ Fishman, Joshua A}) . Dilakukan pengukuran akurasi model untuk 3 fitur yaitu: leksikal (sebagian kecil dari suatu kata yang mempunyai arti penuh (Kreidler, 1988:149)), sosiolingusitik dan perpaduan keduanya. Fitur yang pertama menghasilkan akurasi 84.94 %, yang kedua dengan akurasi 83.01 % dan mendapatkan akurasi terbaik di persentase 86.22 % yaitu dengan fitur kombinasi keduanya. Dalam jurnal ini juga ditemukan perbedaan aspek sosiolinguistik antara bahasa inggris dan bahasa Indonesia.

Pendahuluan dan Penelitian Terkait

Penentuan gender secara otomatis ini bisa digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya oleh aparat berwajib untuk penentuan profil tersangka atau oleh perusahaan yang ingin mengetahui jenis pelanggan yang menggunakan atau mengkritik produknya. Selain membahas penentuan gender, makalah ini juga mengkaji perbedaan sosiolinguistik antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Perbedaan budaya membuat sosiolinguistik dalam bahasa inggris tak bisa langsung diterapkan begitu saja dalam bahasa Indonesia.

Penelitian Terkait :

Ada beberapa penelitian mengenai penentuan gender berdasarkan tulisan, namun belum ada yang menentukan gender secara otomatis untuk tulisan berbahasa Indonesia.

Dalam beberapa penelitian sebelumnya misalnya yang dilakukan oleh Van Durme(2012) dijelasakan bahwa antara laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan untuk menggunakan kata-kata tertentu misalnya “abrigado”, “wife”, “my wife”, “bro”, dan perempuan “obrigada”, “hubby”, “husband”, “cute”.

Eksperimen

Dalam makalah ini disebutkan bahwa penelitian menggunakan kumpulan dari 312 mahasiswa (18-24 tahun) yang diketahui jenis kelaminnya dengan rincian 162 laki-laki dan 150 perempuan. Mahasiswa-Mahasiswa tadi diproses tweet-tweetnya (sekitar 100 tweet/Mahasiswa) namun tidak termasuk Retweet. Tweet-tweet tadi diproses dengan tiga skenario yaitu leksikal, sosiolinguistik dan perpaduan keduanya, pertama tweet-tweet tadi masuk fase Praproses(pembuangan mention pengguna @… , Hashtag #… dan URL),  lalu masuk ke fase penggabungan tweet karena akan sulit jika hanya menggunakan satu tweet untuk penentuan gender, dalam hal ini peneliti menggunakan sekitar 100 tweet yang digabungkan menjadi satu. Lalu pada fitur leksikal dilakukan pembobotan TF-IDF(term frequency–inverse document frequency), Hanya kata yang lebih dari 10 kali yang akan digunakan. Lalu untuk mendapatkan fitur linguistik dilakukan kalkulasi frekuensi kemunculan isltilah untuk setiap kategori atribut dimana hasilnya ditampilkan dalam sebuah table beserta penjelasannya.

Untuk penentuan fitur sosiolinguistik dilakukan dulu perbandingan kata yang digunakan setiap gender untuk mendaptkan gambaran aspek sosiolinguistik antara laki-laki dan perempuan. Dibuat sebuah table yang isinya ialah kata, jenis kata, selisih jumlah penggunaan kata antara perempuan dan laki-laki, dan selisih dalam bentuk (persen). Semakin besar selisihnya maka semakin besar potensinya untuk menjadi fitur untuk membedakan gender. Secara umum perempuan lebih banyak menggunakan emoticon terkecuali emoteicon “:D”. pengguna pria juga lebih sering menggunakan kata “saya” sebagai kata ganti orang pertama dibandingkan dengan “aku” yang sering digunakan perempuan. Namun jika kata non baku digabungkan seperti “gue”,”ane” maka taka da perbedaan signifikan antara keduanya. Pengguna microblog Laki-laki juga lebih sering menggunakan bahasa daerah dan bahasa asing dibandingkan perempuan. Namun dari segi kata yang berkaitan dengan emosi (marah, senang, duka) perempuan memiliki persentase lebih dalam penggunaannya.

Dalam skenario ketiga yaitu menggabungkan fitur leksikan dan sosiolinguistik digunakan 10 fold cross validation  untuk menguji coba model. Dengan menggunakan algoritma SVM pada fitur leksikal didapat akurasi 84.94 %. Pada uji coba fitur kedua mula-mula dilakukan ekstraksi fitur sosiolinguistik dari kumpulan tweet, dipilih dari frekuensi kemunculannya menggunakan pengukuran information gain, didapat lima fitur penting untuk memisahkan gender yaitu kata_partikel (ya, iya, ih ,loh), ­kata_asing_daerah (the,to,off,aya,euy,mun), kata_emosi (syg,kangen,sedih), kata_gantiorang_dua (km,dia,kamu), dan kata_kerja_khusus(jadi_bisa_harus) . Pada skenario ini dengan menggunakan fitur linguistic dan klasifikasi SVM kernel linier, diperoleh akurasi 83.01 %.

Pada Skenario ketiga yaitu penggabungan leksikal dan sosiolinguistik diperoleh akurasi 86.22 %. Fitur terbaiknya pada skenario ketiga ini ialah kata_partikel, kata_asing_daerah, emote_icon, “bro” dan “*”. Kata”bro” lebih sering digunakan oleh laki-laki sedangkan “*” lebih sering digunakan oleh perempuan.

Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen penentuan gender otomatis menggunakan skenario satu (leksikal) mendapat akurasi sebesar 84.94 %, skenario 2 (sosiolinguistik) 83.01 % dan skenario 3 (gabungan fitur 1 & 2 ) 86.22 %. Walaupun sedikit lebih rendah presentasinya, namun fitur sosiolinguistik memiliki jumlah atribut yang jauh lebih rendah (8 berbanding 824) hal ini cocok untuk diaplikasikan pada data berukuran besar. Terdapat  dua  perbedaan fitur  sosiolinguistik antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Pertama penggunaan bahasa asing dan daerah, kedua penggunaan kata tertentu seperti “jadi”, “bisa”, “dapat”, “harus”.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://cybermatika.stei.itb.ac.id/ojs/index.php/cybermatika/article/viewFile/28/7

Jurnal 2

 

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN E-LEARNING BERBASIS WEB KE DALAM M-LEARNING

Oleh :
Panji Wisnu Wirawan

Abstrak

Jurnal ini membahas pengembangan kemampuan E-Learning yang dapat digunakan untuk M-Learning menggunakan arsitektur E-learning yang sudah ada sebelumnya. Akibatnya, arsitektur E-Learning dengan kemampuan M-Learning dibangun dan prototipe didasarkan pada arsitektur dikembangkan.

 

Pendahuluan

Dengan E-Learning pelajar bisa menggunakan teknologi untuk belajar misalnya dengan eilearning berbasis web atau perangkat lunak komputer. Arsitektur e-learning dibagi menjadi 4 bagian yaitu application layer, product-line layer, application framework layer dan component library layer. Mobile Learning berhubungan dengan mobilitas pelajar misalnya pelajar melakukan kegiatan e-learning dengan perangkat bergerak seperti smart phone atau pc tablet yang dapat dilakukan di dalam atau di luar kelas.

Eksperimen

Di jurnal ini dijelaskan ada pengembangan E-Learning baru dengan memasukan komponen M-Learning. Beberapa layer sama dengan E-Learning dan juga ada sisipan komponen E-Learning. M Learning terdiri dari 3 aplikasi yaitu wireless internet, smart client dan messaging. Perubahan arsitektur terjadi pada software product layer dan application layer. Dalam jurnal ini setelah E-Learning dikembangkan, komponen M-Learning disispkan. yaitu wireless internet, smart client dan messaging.

Kesimpulan

Di sini E-Learning dikembangkan dengan menyisipkan fitur-fintur M-Learning di dalamnya. Disisipkan pada software product layer dan application layer. Data kursus atau perkuliahan bisa ditransfer menuju perangkat keras menggunakan media wireless dalam format XML dan messaging.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmasif/article/viewFile/2655/2401

Jurnal 3

 

Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Rekomendasi

Konsumen dalam Memilih Lokasi Perumahan

Strategis di Kota Malang Menggunakan

Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Oleh :
Ristina Nur M

A’la Syauqi

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang alternative solusi bagi para pencari rumah dimana perumahan yang dicari akan sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinputkan. Aplikasi yang dihasilkan berbasis mobile menggunakan metode Analytic Hierarhcy Process (AHP) dengan kriteria fasilatas, lingkungan, layanan kota, jarak akses, dan konsep perumahan.setiap kriteria berpengaruh terhadap tingkat prioritas perumahan yang dipilih.

Pendahuluan

Aplikasi mobile bisa digunakan di mana saja asalkan ada layanan internet yang memadai, bisa diakses melalui perangkat nirkabel macam selular dan PDA. Diperlukan pemahaman mengenai system operasi pada mobile device, bahasa pemrograman dan development tool  untuk membangun aplikasi mobile tersebut.

Eksperimen

Dalam jurnal ini melakukan eksperimen dengan pembuatan aplikasi berbasis mobile yang menghasilkan sebuah app berbasis web. Pada halaman administrator terdapat menu  daftar perumahan yang dilengkapi juga dengan  menu  tambah  data tipe  dan  harga,  menu  prioritas,  dan  menu  manage  user. Penggunaan  AHP  dimulai  dengan  membuat  struktur  hirarki atau  jaringan  dari  permasalahan  yang  diteliti.  Di  dalam hirearki  terdapat  tujuan  utama,  kriteria-kriteria,  dan alternatife-alternatif. Lalu ditentukan nilai bobot dari masing-masing kriteria dan dilanjutkan dengan pembuatan matrix perbandingan berpasangan. Lalu di langkah terakhir dihitung total skor untuk perumahan yang terbaik menurut kriteria.

Kesimpulan

Metode AHP sangat relevan untuk diterapkan dalam rekomendasi pemilihan perumahan di kota malang. Hal ini didukung dengan adanya pemberian system ranking pada prioritas kriteria.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://cybermatika.stei.itb.ac.id/ojs/index.php/cybermatika/article/viewFile/30/12

 

Jurnal 4

 

APLIKASI BERBASIS SMARTPHONE UNTUK MANAJEMEN SERVER

PADA PRIVATE CLOUD COMPUTING
Oleh :
Andi Gita Novianti

 Muh. Niswar

 Amil Ahmad Ilham

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang perancangan sebuah aplikasi berbasis smartphone untuk manajemen server private cloud computing untuk memudahkan mengelola server secara jarak jauh menggunakan smartphone berbasis android oleh administrator. Dalam penelitian ini digunakan metode penggabungan antara teknologi mobile dan web service yang diadaptasi dari Open Cloud Computing Interface (OCCI). Dihasilkan aplikasi berbasis android yang bisa membuat proses manajemen jaringan menjadi lebih fleksibel (remote).

Metode Penelitian

Dalamjurnal ini penelitian dibagi menjadi 7 bagian yaitu analisis model dan infrastruktur, pengumpulan data dan studi literature, desain dan perancangan system, tahap implementasi dan evaluasi system, pengujian fungsional, pengujian kinerja, dan Hasil.

Eksperimen

Pembuatan aplikasi yang dihasilkan dari penelitian ini menggunakan opennebula 3.0 dan berjalan pada linux Ubuntu server 12.0, untuk menjalankan fungsi cloud computing digunakan konfigurasi 2 server, server pertama dijadikan sebagai server front untuk opennebula, dan server kedua dijadian sebagai node server. Aplikasinya diberi nama UnhasPocketCloud yang memiliki fitur diantaranya:

  • Image management
  • Hardware management
  • Instances management, dan
  • Realms Function (account provider).

Setelah aplikasi dibuat lalu dites dengan pengujian fungsional dan pengujian kinerja.

Kesimpulan

Diperoleh beberapa kesimpulan.  Aplikasi “UnhasPocketCloud” yang dibuat  dapat membantu admin dalam melakukan manajemen server private cloud.  Admin tetap bisa melakukan proses manajemen cloud sekalipun tidak sedang berada di ruangan server.  Fungsi-fungsi (utilitas) yang tersedia pada aplikasi “UnhasPocketCloud” merupakan utilitas utama yang diakses oleh admin pada saat berada di ruangan server yaitu manajemen instance, image/storage, dan hardware.    Sebagian responden yang telah menguji coba aplikasi ini mengharapkan penambahan fungsi-fungsi manajemen server pada aplikasi ini, namun secara garis besar semua responden mengatakan bahwa aplikasi ini sudah sesuai dan sangat membantu administrator jaringan dalam melakukan manajemen server.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/d2a82a73135b033cc84e91d9da06e871.pdf

 

 

Jurnal 5

 

PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS TRANS JOGJA BERBASIS MOBILE GIS

MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID
Oleh :

Danang Budi Susetyo
Andri Suprayogi, S.T, M.T
M. Awaluddin, S.T, M.T

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang perancangan sebuah aplikasi berbasis smartphone android untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung ke Djogjakarta, khususnya dalam bidang transportasi. Dalam hal ini ialah khusus untuk Trans Jogja, baik itu dalam hal informasi rute, shelter dan informasi lainnya. Menggunakan teknologi GPS dan LBS. menggunakan perangkat framework android sdk dan memakai bahasa pemrograman java, php dan MySQL

Metode Penelitian

Metode penelitian di sini dibagi menjadi 2 fase yaitu penyediaan alat dan bahan juga fase pelaksanaan. Pada fase awal tentu mereka menyediakan alat-alat seperti computer serta software-software pendukung juga menghimpun data-data untuk dimasukan ke dalam database nantinya.Pada tahap pelaksanaan ada beberapa bagian, yaitu instalasi software pada hardware, perancangan program, pembuatan database, koneksi database dengan aplikasi, integrasi dengan google map, coding aplikasi, uji coba dengan emulator dan terakhir implementasi.

Eksperimen

Dalam pembahasan ditampilkan oleh penulis fitur-fitur yang aka nada pada aplikasinya, ada menu Nearest,Direction, Destination, Input, dan Shelter. Lalu ada bagian analisis dimana dibahas tentang spesifikasi system operasi android, tipe device yang digunakan, jaringan untuk mengakses internet dan analisis algoritma Dijkstra.

Kesimpulan

Aplikasi GeoTrans 1.0 ini bisa dijalankan di android ginger bread ke atas dengan kecepatan koneksi paling cepat yaitu 3G. Kesalahan rata-rata jarak pada menu Nearest adalah 0,188 km yang diakibatkan oleh dua faktor, yaitu penggunaan LBS (BTS) sebagai opsi awal penentuan posisi pada mobile GIS dibandingkan dengan menggunakan GPS (satelit) dan Google Map tidak menawarkan akurasi dalam penentuan posisi  device,  namun  hanya memberikan letak pada peta berdasarkan radius tertentu.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/viewFile/2412/2417

 

Jurnal 6

 

RANCANG BANGUN APLIKASI PEMANTAU RUANGAN

MELALUI KAMERA IP

MENGGUNAKAN PLATFORM ANDROID

(STUDI KASUS : LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS TANJUNGPURA)
Oleh :

Dedy Ashardi

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pemantauan suatu ruangan yang berbasis kamera IP alias kamera yang terhubung dengan internet yang bisa diakses oleh berbagai device misalnya mobile device, pc dan lainnya. Namun di sini dikhususkan hanya untuk platform android. Sehingga dengan fitur itu sang pemantau ruangan tak perlu harus menunggu di depan monitor untuk mengawasi.

Teori Dasar

Dalam konstruksi dari aplikasi yang dibuat penulis, terdapat teori-teori dasar untuk mendukung terwujudnya tujuan penulis. Diantaranya ialah penjelasan mengenai mobile phone surveillance, kamera IP, Motion Join Expert Group (format video dengan kualitas pixel lebih rapat dan banyak), jenis frama-motion JPEG, estimasi gerak. Teori tentang android fitur dan arsitektur android, juga android software stack.

Eksperimen

Dalam penelitian ini ditujukan untuk membuat sebuah aplikasi pada perangkat mobile dengan platform android yang memilki spesifikasi diantaranya berjalan di minimal (froyo) atau diatasnya. Memilki fitur-fitur streaming (pemantauan langsung), unduh video, dan mendaftarkan email. ­­pada fitur streaming video yang ditampilkan berformat MJPEG yang memilki kualitas tak terlalu bagus(kabur) namun tidak membebani memori saat streaming pada perangkat mobile. Selain dengan format di atas ada juga format Motion JPEG yang menggunakan memori lebih besar namun gambar lebih bagus dan jelas. Setelah diuji aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau ruangan  secara  live streaming  melalui kamera IP dengan format MJPEG menggunakan platform  Android dan histori hasil pemantauan dapat dioptimalkan dengan mengirimkan email sebagai notifikasi ke pengguna berupa alamat gambar dari sisi desktop untuk dapat diunduh dari aplikasi mobile.

Kesimpulan

Aplikasi in secure cam ini secara garis besar mampu menjadi aplikasi yang tepat guna baik dalam hal pengamanan langsung(streaming), unduh file history yang bisa diakses melalui mobile apps dengan memanfaatkan view history. Penggunaan format motionJPEG yang memungkinkan penggunaan memori yang kecil namun gambar yang dihasilkan cukup mumpuni.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/viewFile/1099/1096

 

Jurnal 7

 

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA MENGGUNAKAN GOOGLE
MAPS API 

 STUDI KASUS KABUPATEN MOJOKERTO
Oleh :

Siswanto

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pembuatan sebuah siste informasi mengenai pemetaan objek-objek wisata yang berada di wilayah kabupaten Mojokerto. Menggunakan fasilitas google maps serta didukung oleh database MySQL

Teori Dasar

Untuk mendukung sistem yang disebutkan di abstrak, dalam jurnal ini dijelaskan mengenai pengertian tentang Sistem Informasi Geografis, Google maps baik itu pengertian umum, cara memakai dan google maps API (application programming ), rancangan sistem dan pembangunan aplikasi.serta pengujian aplikasi yang sudah jadi

Eksperimen

Dalam pembangunannya aplikasi ini dimulai dengan diagram aktifitas dari aplikasi yang akan dibuat, lalu membuat rancangan basis data, rancangan antar muka dimana terdapat menu home, login, galeri foto, mojokerto map dan radius, setelah itu dilakukan ujicoba, dalam hal ini diuji untuk mengetahui sebuah rute dari tempat A ke tempat B sesuai dengan kemauan user. Selain itu ada juga pengujian untuk mencari suatu tempat (search) sesuai dengan keyword yang dimasukan user.

Kesimpulan

Aplikasi ini bisa dikatakan berhasil karena fitur-fiturnya berfungsi dengan baik, penempatan posisi dari marker di map bergantung pada titik koordinat latitude dan longitude, fitur-fitur seperti get direction, search location dan information display juga taka da masalah, user juga mampu menyeret marker suatu titik untuk melakukan get direction.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://repo.eepis-its.edu/1604/1/paper_SIS.pdf

 

Jurnal 8

 

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENALAN UNIVERSITAS LAMPUNG PADA MOBILE SMARTPHONE DAN TABLET PC BERBASIS ANDROID
Oleh :

Ahmad Nalpa

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang rancangan sebuah aplikasi untuk mengenalkan universitas lampung dengan menggunakan platform android yang berfungsi di banyak versi, aplikasi ini berbasis mobile karena saat ini hp atau tablet pc sudah merupakan kebutuhan primer di masyarakat. Dalam pembangunannya penulis menggunakan metodologi waterfall.

Metodologi

Dalam implementasi paradigm waterfall ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu requirement analysis and specification, Design (usecase diagram, DFD, UI), Contect Diagram, Coding and unit testing, Integration and System Testing, Maintenance.

Eksperimen

Ketika membuat aplikasinya penulis menggunakan software Eclpise, lalu mengintegrasikan phonegap pada project yang memungkinkan penulis membuat aplikasi cross-platform. Lalu koding menggunakan css, html dan javascript, setelah di jalankan di virtual device lalu dikompilasi dan menghasilkan .apk agar bisa diinstall di android, setelah itu di test dengan mengunggah aplikasi ke google-play. Dari hasil pengujian ada beberapa fungsi yang tidak berjalan dengan baik, misalnya fixed position yang tak berfungsi pada android 2.1. juga terjadi pada android 2.2 dan 2.3 yang dibarengi dengan animation transition yang tidak berfungsi. Itu dikarenakan android 2.1, 2.2, dan 2.3 belum didukung sepeenuhnya oleh HTML 5.

Kesimpulan

Aplikasi ini secara kesuluruhan sudah baik meskipun ada beberapa fitur yang tak bekerja di beberapa versi android, mapu menampilkan informasi dalam hal ini terkait dengan pengenalan universitas lampung sesuai dengan pilihan pengguna.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi/article/download/394/348

 

Jurnal 9

 

Pembuatan Aplikasi Kamus

Indonesia-Mandarin / Mandarin-Indonesia Online
Oleh :

Tanti Kristanti
SIanny Limadinata

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang rancangan sebuah aplikasi kamus mandarin-indonesia secara online yang didasari oleh banyaknya orang yang memiliki masalah untuk belajar bahasa mandarin terutama jika mereka ingin menemukan kata-kata yang baru. Selain itu banyaknya perbedaan dari bahasa mandarin dengan bahasa inggris(misalnya) menjadi dasar agar aplikasi ini dibuat. Menggunakan metode top down development.

Metodologi

Dalam implementasi top down development, ada beberapa tahap yaitu analisis, desain, implementasi, testing, dan tahap pengembangan. Untuk tahap desain ada beberapa tools yang digunakan seperti ERD, dan UML..

Eksperimen

Implementasi dari sistem kamus ini yaitu berupa web app yang memilki fitur menu utama, pencarian kata, pencarian bushou, menu cari goresan, menu translate, menu bantuan, menu login, menu admin, menu table login, menu tambah user, edit user, menu table kata, tambah kata, dan edit kata.

Kesimpulan

Kamu online ini bisa menghemat waktu pembacaan kamus tradisional karena ada fitur penerjemah kalimat. Pencarian kata dengan berbagai mode menjadi nilai tambah bagi aplikasi ini, pencarian kata juga bisa berdasarkan hanzi, pinyin, dan kata Indonesia. Didukung dengan desain yang simple juga menjadikan aplikasi ini lebih mudah untuk dioprasikan.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-informatika/article/view/298/pdf

 

Jurnal 10

 

PENGEMBANGAN APLIKASI SUNDA BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN

METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Oleh :
Arzan Muharom
Rinda Cahyana MT
H. Bunyamin M.Kom

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pengembangan sebuah aplikasi yang sudah ada, yaitu aplikasi kamus sunda-indonesia berbasis android dengan menambahkan fitur budaya sunda yang diharapkan bisa membuat budaya sunda tetap ada dan dicintai oleh masyarakat. Dalam aplkasi kamus menggunakan metode action research dan survey, sedangkan pada pengembangannya menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dan diuji dengan metode black box.

Metodologi

Dengan metode RAD bisa dijabarkan bahwa pada metode itu ada beberapa tahapan meliputi fase requirements, fase desain, fase konstruksi dan Cotuver phase.

Eksperimen

Aplikasi berbasis android ini memilki fitur memilih budaya, terjemahan bahasa sunda-indonesia, terjemahan Indonesia-sunda, dan fitur about (tentang aplikasi). Dalam jurnal juga dijelaskan bagaimana class-class yang dibuat memanggil fitur yang ada dalam tiap menu. Tiap-tiap fitur yang dibuat juga diuji dengan metode black-box. Dilampirkan juga gambar-gambar dari tampilan form budaya sunda juga gambar kuisioner kepuasan pengguna.

Kesimpulan

Penambahan fitur budaya pada kamus sunda – Indonesia dapat melengkapi fitur-fitur yang telah ada sebelumnya. Dan terbukti fitur ini dibutuhkan oleh pengguna sesuaidengan hasil kuisioner sebesar 73,6 %. Dalam aplikasi ini juga memberikan informasi khusus mengenai kampong adat dukuh juga disertakan nomor telepon dinas kebudayaan dan pariwisata garut untuk info lebih lanjut.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.sttgarut.ac.id/index.php/algoritma/article/download/58/54