Home » Articles posted by rezatama

Author Archives: rezatama

Tugas Review Jurnal

Saya ditugaskan untuk mereview 10 jurnal mengenai komputer dengan tema bebas, di post ini, saya mereview 9 jurnal yang berkaitan dengan mobile device dan 1 jurnal yang berkaitan dengan data mining, berikit adalah review-reviewnya :

Jurnal 1

Penentuan Gender Otomatis Berdasarkan Isi Microblog

Memanfaatkan Fitur Sosiolinguistik

Oleh :
Yudi Wibisono
Naufal Faruqi

Abstrak

Dalam jurnal ini disebutkan bahwa penentuan gender secara otomatis bisa bermanfaat untuk kepentingan forensik dan komersial. Penentuan gender secara otomatis dalam jurnal ini berdasarkan dari isi pengguna microblog(twitter) yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan memanfaatkan fitur sosiolinguistik(kajian tentang ciri khas variasi bahasa, variasi fungsi bahasa dan pemakai bahasa karena ketiga unsur itu selalu berinteraksi, berubah dan saling mengubah satu sama lain dalam satu masyarakat tutur.{ Fishman, Joshua A}) . Dilakukan pengukuran akurasi model untuk 3 fitur yaitu: leksikal (sebagian kecil dari suatu kata yang mempunyai arti penuh (Kreidler, 1988:149)), sosiolingusitik dan perpaduan keduanya. Fitur yang pertama menghasilkan akurasi 84.94 %, yang kedua dengan akurasi 83.01 % dan mendapatkan akurasi terbaik di persentase 86.22 % yaitu dengan fitur kombinasi keduanya. Dalam jurnal ini juga ditemukan perbedaan aspek sosiolinguistik antara bahasa inggris dan bahasa Indonesia.

Pendahuluan dan Penelitian Terkait

Penentuan gender secara otomatis ini bisa digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya oleh aparat berwajib untuk penentuan profil tersangka atau oleh perusahaan yang ingin mengetahui jenis pelanggan yang menggunakan atau mengkritik produknya. Selain membahas penentuan gender, makalah ini juga mengkaji perbedaan sosiolinguistik antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Perbedaan budaya membuat sosiolinguistik dalam bahasa inggris tak bisa langsung diterapkan begitu saja dalam bahasa Indonesia.

Penelitian Terkait :

Ada beberapa penelitian mengenai penentuan gender berdasarkan tulisan, namun belum ada yang menentukan gender secara otomatis untuk tulisan berbahasa Indonesia.

Dalam beberapa penelitian sebelumnya misalnya yang dilakukan oleh Van Durme(2012) dijelasakan bahwa antara laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan untuk menggunakan kata-kata tertentu misalnya “abrigado”, “wife”, “my wife”, “bro”, dan perempuan “obrigada”, “hubby”, “husband”, “cute”.

Eksperimen

Dalam makalah ini disebutkan bahwa penelitian menggunakan kumpulan dari 312 mahasiswa (18-24 tahun) yang diketahui jenis kelaminnya dengan rincian 162 laki-laki dan 150 perempuan. Mahasiswa-Mahasiswa tadi diproses tweet-tweetnya (sekitar 100 tweet/Mahasiswa) namun tidak termasuk Retweet. Tweet-tweet tadi diproses dengan tiga skenario yaitu leksikal, sosiolinguistik dan perpaduan keduanya, pertama tweet-tweet tadi masuk fase Praproses(pembuangan mention pengguna @… , Hashtag #… dan URL),  lalu masuk ke fase penggabungan tweet karena akan sulit jika hanya menggunakan satu tweet untuk penentuan gender, dalam hal ini peneliti menggunakan sekitar 100 tweet yang digabungkan menjadi satu. Lalu pada fitur leksikal dilakukan pembobotan TF-IDF(term frequency–inverse document frequency), Hanya kata yang lebih dari 10 kali yang akan digunakan. Lalu untuk mendapatkan fitur linguistik dilakukan kalkulasi frekuensi kemunculan isltilah untuk setiap kategori atribut dimana hasilnya ditampilkan dalam sebuah table beserta penjelasannya.

Untuk penentuan fitur sosiolinguistik dilakukan dulu perbandingan kata yang digunakan setiap gender untuk mendaptkan gambaran aspek sosiolinguistik antara laki-laki dan perempuan. Dibuat sebuah table yang isinya ialah kata, jenis kata, selisih jumlah penggunaan kata antara perempuan dan laki-laki, dan selisih dalam bentuk (persen). Semakin besar selisihnya maka semakin besar potensinya untuk menjadi fitur untuk membedakan gender. Secara umum perempuan lebih banyak menggunakan emoticon terkecuali emoteicon “:D”. pengguna pria juga lebih sering menggunakan kata “saya” sebagai kata ganti orang pertama dibandingkan dengan “aku” yang sering digunakan perempuan. Namun jika kata non baku digabungkan seperti “gue”,”ane” maka taka da perbedaan signifikan antara keduanya. Pengguna microblog Laki-laki juga lebih sering menggunakan bahasa daerah dan bahasa asing dibandingkan perempuan. Namun dari segi kata yang berkaitan dengan emosi (marah, senang, duka) perempuan memiliki persentase lebih dalam penggunaannya.

Dalam skenario ketiga yaitu menggabungkan fitur leksikan dan sosiolinguistik digunakan 10 fold cross validation  untuk menguji coba model. Dengan menggunakan algoritma SVM pada fitur leksikal didapat akurasi 84.94 %. Pada uji coba fitur kedua mula-mula dilakukan ekstraksi fitur sosiolinguistik dari kumpulan tweet, dipilih dari frekuensi kemunculannya menggunakan pengukuran information gain, didapat lima fitur penting untuk memisahkan gender yaitu kata_partikel (ya, iya, ih ,loh), ­kata_asing_daerah (the,to,off,aya,euy,mun), kata_emosi (syg,kangen,sedih), kata_gantiorang_dua (km,dia,kamu), dan kata_kerja_khusus(jadi_bisa_harus) . Pada skenario ini dengan menggunakan fitur linguistic dan klasifikasi SVM kernel linier, diperoleh akurasi 83.01 %.

Pada Skenario ketiga yaitu penggabungan leksikal dan sosiolinguistik diperoleh akurasi 86.22 %. Fitur terbaiknya pada skenario ketiga ini ialah kata_partikel, kata_asing_daerah, emote_icon, “bro” dan “*”. Kata”bro” lebih sering digunakan oleh laki-laki sedangkan “*” lebih sering digunakan oleh perempuan.

Kesimpulan

Berdasarkan eksperimen penentuan gender otomatis menggunakan skenario satu (leksikal) mendapat akurasi sebesar 84.94 %, skenario 2 (sosiolinguistik) 83.01 % dan skenario 3 (gabungan fitur 1 & 2 ) 86.22 %. Walaupun sedikit lebih rendah presentasinya, namun fitur sosiolinguistik memiliki jumlah atribut yang jauh lebih rendah (8 berbanding 824) hal ini cocok untuk diaplikasikan pada data berukuran besar. Terdapat  dua  perbedaan fitur  sosiolinguistik antara Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Pertama penggunaan bahasa asing dan daerah, kedua penggunaan kata tertentu seperti “jadi”, “bisa”, “dapat”, “harus”.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://cybermatika.stei.itb.ac.id/ojs/index.php/cybermatika/article/viewFile/28/7

Jurnal 2

 

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN E-LEARNING BERBASIS WEB KE DALAM M-LEARNING

Oleh :
Panji Wisnu Wirawan

Abstrak

Jurnal ini membahas pengembangan kemampuan E-Learning yang dapat digunakan untuk M-Learning menggunakan arsitektur E-learning yang sudah ada sebelumnya. Akibatnya, arsitektur E-Learning dengan kemampuan M-Learning dibangun dan prototipe didasarkan pada arsitektur dikembangkan.

 

Pendahuluan

Dengan E-Learning pelajar bisa menggunakan teknologi untuk belajar misalnya dengan eilearning berbasis web atau perangkat lunak komputer. Arsitektur e-learning dibagi menjadi 4 bagian yaitu application layer, product-line layer, application framework layer dan component library layer. Mobile Learning berhubungan dengan mobilitas pelajar misalnya pelajar melakukan kegiatan e-learning dengan perangkat bergerak seperti smart phone atau pc tablet yang dapat dilakukan di dalam atau di luar kelas.

Eksperimen

Di jurnal ini dijelaskan ada pengembangan E-Learning baru dengan memasukan komponen M-Learning. Beberapa layer sama dengan E-Learning dan juga ada sisipan komponen E-Learning. M Learning terdiri dari 3 aplikasi yaitu wireless internet, smart client dan messaging. Perubahan arsitektur terjadi pada software product layer dan application layer. Dalam jurnal ini setelah E-Learning dikembangkan, komponen M-Learning disispkan. yaitu wireless internet, smart client dan messaging.

Kesimpulan

Di sini E-Learning dikembangkan dengan menyisipkan fitur-fintur M-Learning di dalamnya. Disisipkan pada software product layer dan application layer. Data kursus atau perkuliahan bisa ditransfer menuju perangkat keras menggunakan media wireless dalam format XML dan messaging.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jmasif/article/viewFile/2655/2401

Jurnal 3

 

Rancang Bangun Aplikasi Mobile untuk Rekomendasi

Konsumen dalam Memilih Lokasi Perumahan

Strategis di Kota Malang Menggunakan

Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Oleh :
Ristina Nur M

A’la Syauqi

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang alternative solusi bagi para pencari rumah dimana perumahan yang dicari akan sesuai dengan kriteria-kriteria yang diinputkan. Aplikasi yang dihasilkan berbasis mobile menggunakan metode Analytic Hierarhcy Process (AHP) dengan kriteria fasilatas, lingkungan, layanan kota, jarak akses, dan konsep perumahan.setiap kriteria berpengaruh terhadap tingkat prioritas perumahan yang dipilih.

Pendahuluan

Aplikasi mobile bisa digunakan di mana saja asalkan ada layanan internet yang memadai, bisa diakses melalui perangkat nirkabel macam selular dan PDA. Diperlukan pemahaman mengenai system operasi pada mobile device, bahasa pemrograman dan development tool  untuk membangun aplikasi mobile tersebut.

Eksperimen

Dalam jurnal ini melakukan eksperimen dengan pembuatan aplikasi berbasis mobile yang menghasilkan sebuah app berbasis web. Pada halaman administrator terdapat menu  daftar perumahan yang dilengkapi juga dengan  menu  tambah  data tipe  dan  harga,  menu  prioritas,  dan  menu  manage  user. Penggunaan  AHP  dimulai  dengan  membuat  struktur  hirarki atau  jaringan  dari  permasalahan  yang  diteliti.  Di  dalam hirearki  terdapat  tujuan  utama,  kriteria-kriteria,  dan alternatife-alternatif. Lalu ditentukan nilai bobot dari masing-masing kriteria dan dilanjutkan dengan pembuatan matrix perbandingan berpasangan. Lalu di langkah terakhir dihitung total skor untuk perumahan yang terbaik menurut kriteria.

Kesimpulan

Metode AHP sangat relevan untuk diterapkan dalam rekomendasi pemilihan perumahan di kota malang. Hal ini didukung dengan adanya pemberian system ranking pada prioritas kriteria.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://cybermatika.stei.itb.ac.id/ojs/index.php/cybermatika/article/viewFile/30/12

 

Jurnal 4

 

APLIKASI BERBASIS SMARTPHONE UNTUK MANAJEMEN SERVER

PADA PRIVATE CLOUD COMPUTING
Oleh :
Andi Gita Novianti

 Muh. Niswar

 Amil Ahmad Ilham

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang perancangan sebuah aplikasi berbasis smartphone untuk manajemen server private cloud computing untuk memudahkan mengelola server secara jarak jauh menggunakan smartphone berbasis android oleh administrator. Dalam penelitian ini digunakan metode penggabungan antara teknologi mobile dan web service yang diadaptasi dari Open Cloud Computing Interface (OCCI). Dihasilkan aplikasi berbasis android yang bisa membuat proses manajemen jaringan menjadi lebih fleksibel (remote).

Metode Penelitian

Dalamjurnal ini penelitian dibagi menjadi 7 bagian yaitu analisis model dan infrastruktur, pengumpulan data dan studi literature, desain dan perancangan system, tahap implementasi dan evaluasi system, pengujian fungsional, pengujian kinerja, dan Hasil.

Eksperimen

Pembuatan aplikasi yang dihasilkan dari penelitian ini menggunakan opennebula 3.0 dan berjalan pada linux Ubuntu server 12.0, untuk menjalankan fungsi cloud computing digunakan konfigurasi 2 server, server pertama dijadikan sebagai server front untuk opennebula, dan server kedua dijadian sebagai node server. Aplikasinya diberi nama UnhasPocketCloud yang memiliki fitur diantaranya:

  • Image management
  • Hardware management
  • Instances management, dan
  • Realms Function (account provider).

Setelah aplikasi dibuat lalu dites dengan pengujian fungsional dan pengujian kinerja.

Kesimpulan

Diperoleh beberapa kesimpulan.  Aplikasi “UnhasPocketCloud” yang dibuat  dapat membantu admin dalam melakukan manajemen server private cloud.  Admin tetap bisa melakukan proses manajemen cloud sekalipun tidak sedang berada di ruangan server.  Fungsi-fungsi (utilitas) yang tersedia pada aplikasi “UnhasPocketCloud” merupakan utilitas utama yang diakses oleh admin pada saat berada di ruangan server yaitu manajemen instance, image/storage, dan hardware.    Sebagian responden yang telah menguji coba aplikasi ini mengharapkan penambahan fungsi-fungsi manajemen server pada aplikasi ini, namun secara garis besar semua responden mengatakan bahwa aplikasi ini sudah sesuai dan sangat membantu administrator jaringan dalam melakukan manajemen server.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/d2a82a73135b033cc84e91d9da06e871.pdf

 

 

Jurnal 5

 

PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS TRANS JOGJA BERBASIS MOBILE GIS

MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID
Oleh :

Danang Budi Susetyo
Andri Suprayogi, S.T, M.T
M. Awaluddin, S.T, M.T

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang perancangan sebuah aplikasi berbasis smartphone android untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung ke Djogjakarta, khususnya dalam bidang transportasi. Dalam hal ini ialah khusus untuk Trans Jogja, baik itu dalam hal informasi rute, shelter dan informasi lainnya. Menggunakan teknologi GPS dan LBS. menggunakan perangkat framework android sdk dan memakai bahasa pemrograman java, php dan MySQL

Metode Penelitian

Metode penelitian di sini dibagi menjadi 2 fase yaitu penyediaan alat dan bahan juga fase pelaksanaan. Pada fase awal tentu mereka menyediakan alat-alat seperti computer serta software-software pendukung juga menghimpun data-data untuk dimasukan ke dalam database nantinya.Pada tahap pelaksanaan ada beberapa bagian, yaitu instalasi software pada hardware, perancangan program, pembuatan database, koneksi database dengan aplikasi, integrasi dengan google map, coding aplikasi, uji coba dengan emulator dan terakhir implementasi.

Eksperimen

Dalam pembahasan ditampilkan oleh penulis fitur-fitur yang aka nada pada aplikasinya, ada menu Nearest,Direction, Destination, Input, dan Shelter. Lalu ada bagian analisis dimana dibahas tentang spesifikasi system operasi android, tipe device yang digunakan, jaringan untuk mengakses internet dan analisis algoritma Dijkstra.

Kesimpulan

Aplikasi GeoTrans 1.0 ini bisa dijalankan di android ginger bread ke atas dengan kecepatan koneksi paling cepat yaitu 3G. Kesalahan rata-rata jarak pada menu Nearest adalah 0,188 km yang diakibatkan oleh dua faktor, yaitu penggunaan LBS (BTS) sebagai opsi awal penentuan posisi pada mobile GIS dibandingkan dengan menggunakan GPS (satelit) dan Google Map tidak menawarkan akurasi dalam penentuan posisi  device,  namun  hanya memberikan letak pada peta berdasarkan radius tertentu.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/viewFile/2412/2417

 

Jurnal 6

 

RANCANG BANGUN APLIKASI PEMANTAU RUANGAN

MELALUI KAMERA IP

MENGGUNAKAN PLATFORM ANDROID

(STUDI KASUS : LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS TANJUNGPURA)
Oleh :

Dedy Ashardi

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pemantauan suatu ruangan yang berbasis kamera IP alias kamera yang terhubung dengan internet yang bisa diakses oleh berbagai device misalnya mobile device, pc dan lainnya. Namun di sini dikhususkan hanya untuk platform android. Sehingga dengan fitur itu sang pemantau ruangan tak perlu harus menunggu di depan monitor untuk mengawasi.

Teori Dasar

Dalam konstruksi dari aplikasi yang dibuat penulis, terdapat teori-teori dasar untuk mendukung terwujudnya tujuan penulis. Diantaranya ialah penjelasan mengenai mobile phone surveillance, kamera IP, Motion Join Expert Group (format video dengan kualitas pixel lebih rapat dan banyak), jenis frama-motion JPEG, estimasi gerak. Teori tentang android fitur dan arsitektur android, juga android software stack.

Eksperimen

Dalam penelitian ini ditujukan untuk membuat sebuah aplikasi pada perangkat mobile dengan platform android yang memilki spesifikasi diantaranya berjalan di minimal (froyo) atau diatasnya. Memilki fitur-fitur streaming (pemantauan langsung), unduh video, dan mendaftarkan email. ­­pada fitur streaming video yang ditampilkan berformat MJPEG yang memilki kualitas tak terlalu bagus(kabur) namun tidak membebani memori saat streaming pada perangkat mobile. Selain dengan format di atas ada juga format Motion JPEG yang menggunakan memori lebih besar namun gambar lebih bagus dan jelas. Setelah diuji aplikasi ini dapat digunakan untuk memantau ruangan  secara  live streaming  melalui kamera IP dengan format MJPEG menggunakan platform  Android dan histori hasil pemantauan dapat dioptimalkan dengan mengirimkan email sebagai notifikasi ke pengguna berupa alamat gambar dari sisi desktop untuk dapat diunduh dari aplikasi mobile.

Kesimpulan

Aplikasi in secure cam ini secara garis besar mampu menjadi aplikasi yang tepat guna baik dalam hal pengamanan langsung(streaming), unduh file history yang bisa diakses melalui mobile apps dengan memanfaatkan view history. Penggunaan format motionJPEG yang memungkinkan penggunaan memori yang kecil namun gambar yang dihasilkan cukup mumpuni.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/justin/article/viewFile/1099/1096

 

Jurnal 7

 

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA MENGGUNAKAN GOOGLE
MAPS API 

 STUDI KASUS KABUPATEN MOJOKERTO
Oleh :

Siswanto

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pembuatan sebuah siste informasi mengenai pemetaan objek-objek wisata yang berada di wilayah kabupaten Mojokerto. Menggunakan fasilitas google maps serta didukung oleh database MySQL

Teori Dasar

Untuk mendukung sistem yang disebutkan di abstrak, dalam jurnal ini dijelaskan mengenai pengertian tentang Sistem Informasi Geografis, Google maps baik itu pengertian umum, cara memakai dan google maps API (application programming ), rancangan sistem dan pembangunan aplikasi.serta pengujian aplikasi yang sudah jadi

Eksperimen

Dalam pembangunannya aplikasi ini dimulai dengan diagram aktifitas dari aplikasi yang akan dibuat, lalu membuat rancangan basis data, rancangan antar muka dimana terdapat menu home, login, galeri foto, mojokerto map dan radius, setelah itu dilakukan ujicoba, dalam hal ini diuji untuk mengetahui sebuah rute dari tempat A ke tempat B sesuai dengan kemauan user. Selain itu ada juga pengujian untuk mencari suatu tempat (search) sesuai dengan keyword yang dimasukan user.

Kesimpulan

Aplikasi ini bisa dikatakan berhasil karena fitur-fiturnya berfungsi dengan baik, penempatan posisi dari marker di map bergantung pada titik koordinat latitude dan longitude, fitur-fitur seperti get direction, search location dan information display juga taka da masalah, user juga mampu menyeret marker suatu titik untuk melakukan get direction.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://repo.eepis-its.edu/1604/1/paper_SIS.pdf

 

Jurnal 8

 

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGENALAN UNIVERSITAS LAMPUNG PADA MOBILE SMARTPHONE DAN TABLET PC BERBASIS ANDROID
Oleh :

Ahmad Nalpa

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang rancangan sebuah aplikasi untuk mengenalkan universitas lampung dengan menggunakan platform android yang berfungsi di banyak versi, aplikasi ini berbasis mobile karena saat ini hp atau tablet pc sudah merupakan kebutuhan primer di masyarakat. Dalam pembangunannya penulis menggunakan metodologi waterfall.

Metodologi

Dalam implementasi paradigm waterfall ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu requirement analysis and specification, Design (usecase diagram, DFD, UI), Contect Diagram, Coding and unit testing, Integration and System Testing, Maintenance.

Eksperimen

Ketika membuat aplikasinya penulis menggunakan software Eclpise, lalu mengintegrasikan phonegap pada project yang memungkinkan penulis membuat aplikasi cross-platform. Lalu koding menggunakan css, html dan javascript, setelah di jalankan di virtual device lalu dikompilasi dan menghasilkan .apk agar bisa diinstall di android, setelah itu di test dengan mengunggah aplikasi ke google-play. Dari hasil pengujian ada beberapa fungsi yang tidak berjalan dengan baik, misalnya fixed position yang tak berfungsi pada android 2.1. juga terjadi pada android 2.2 dan 2.3 yang dibarengi dengan animation transition yang tidak berfungsi. Itu dikarenakan android 2.1, 2.2, dan 2.3 belum didukung sepeenuhnya oleh HTML 5.

Kesimpulan

Aplikasi ini secara kesuluruhan sudah baik meskipun ada beberapa fitur yang tak bekerja di beberapa versi android, mapu menampilkan informasi dalam hal ini terkait dengan pengenalan universitas lampung sesuai dengan pilihan pengguna.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/komputasi/article/download/394/348

 

Jurnal 9

 

Pembuatan Aplikasi Kamus

Indonesia-Mandarin / Mandarin-Indonesia Online
Oleh :

Tanti Kristanti
SIanny Limadinata

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang rancangan sebuah aplikasi kamus mandarin-indonesia secara online yang didasari oleh banyaknya orang yang memiliki masalah untuk belajar bahasa mandarin terutama jika mereka ingin menemukan kata-kata yang baru. Selain itu banyaknya perbedaan dari bahasa mandarin dengan bahasa inggris(misalnya) menjadi dasar agar aplikasi ini dibuat. Menggunakan metode top down development.

Metodologi

Dalam implementasi top down development, ada beberapa tahap yaitu analisis, desain, implementasi, testing, dan tahap pengembangan. Untuk tahap desain ada beberapa tools yang digunakan seperti ERD, dan UML..

Eksperimen

Implementasi dari sistem kamus ini yaitu berupa web app yang memilki fitur menu utama, pencarian kata, pencarian bushou, menu cari goresan, menu translate, menu bantuan, menu login, menu admin, menu table login, menu tambah user, edit user, menu table kata, tambah kata, dan edit kata.

Kesimpulan

Kamu online ini bisa menghemat waktu pembacaan kamus tradisional karena ada fitur penerjemah kalimat. Pencarian kata dengan berbagai mode menjadi nilai tambah bagi aplikasi ini, pencarian kata juga bisa berdasarkan hanzi, pinyin, dan kata Indonesia. Didukung dengan desain yang simple juga menjadikan aplikasi ini lebih mudah untuk dioprasikan.

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-informatika/article/view/298/pdf

 

Jurnal 10

 

PENGEMBANGAN APLIKASI SUNDA BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN

METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Oleh :
Arzan Muharom
Rinda Cahyana MT
H. Bunyamin M.Kom

Abstrak

Jurnal ini membahas tentang pengembangan sebuah aplikasi yang sudah ada, yaitu aplikasi kamus sunda-indonesia berbasis android dengan menambahkan fitur budaya sunda yang diharapkan bisa membuat budaya sunda tetap ada dan dicintai oleh masyarakat. Dalam aplkasi kamus menggunakan metode action research dan survey, sedangkan pada pengembangannya menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dan diuji dengan metode black box.

Metodologi

Dengan metode RAD bisa dijabarkan bahwa pada metode itu ada beberapa tahapan meliputi fase requirements, fase desain, fase konstruksi dan Cotuver phase.

Eksperimen

Aplikasi berbasis android ini memilki fitur memilih budaya, terjemahan bahasa sunda-indonesia, terjemahan Indonesia-sunda, dan fitur about (tentang aplikasi). Dalam jurnal juga dijelaskan bagaimana class-class yang dibuat memanggil fitur yang ada dalam tiap menu. Tiap-tiap fitur yang dibuat juga diuji dengan metode black-box. Dilampirkan juga gambar-gambar dari tampilan form budaya sunda juga gambar kuisioner kepuasan pengguna.

Kesimpulan

Penambahan fitur budaya pada kamus sunda – Indonesia dapat melengkapi fitur-fitur yang telah ada sebelumnya. Dan terbukti fitur ini dibutuhkan oleh pengguna sesuaidengan hasil kuisioner sebesar 73,6 %. Dalam aplikasi ini juga memberikan informasi khusus mengenai kampong adat dukuh juga disertakan nomor telepon dinas kebudayaan dan pariwisata garut untuk info lebih lanjut.

 

Untuk lebih jelas lagi dalam pemahaman mengenai jurnal ini, bisa langsung unduh filenya di

http://jurnal.sttgarut.ac.id/index.php/algoritma/article/download/58/54

Manajemen dan Perizinan File pada Linux

buonanotte….. kali ini saya akan sedikit mengulas kembali tentang perintah-perintah pada management file dan file permission dalam sistem operasi Linux.

Melihat daftar direktori
$ pwd  (berfungsi untuk mengetahui kita sedang berada di direktori mana)
/home/user/kampus
$ ls (melihat daftar dari file-file yang ada di direktori tempat kita berada)
text1 text2 text3
$ ls /home/user/kampus
text1 text2 text3

Selain dengan cara di atas, terdapat cara untuk menampilkan daftar direktori dengan ditambahkan -l (long) dan -a (all). Maksudnya saat kita mengetikan perintah $ls -al maka sistem akan otomatis mengeluarkan daftar direktori beserta dengan formatnya.

contoh :

permissions

gambar

dari contoh di atas penjelasannya adalah sbb:

huruf pertama (garis oranye) menunjukan tipe file

d = direktori                                       p = named pipe

– = regular file                                   c  = character device file

s = Unix domain socket                    b = block device file

l = symbolic link

9 huruf berikutnya (dipisahkan 3 huruf 3 huruf) menunjukan hak akses dari user, group ataupun other

r   : Ijin untuk membaca file (cat nama_file)

w : Ijin untuk merubah isi file (cat >> nama_file)

x  : Ijin untuk mengeksekusi file (./nama_file)

Ijin akses untuk direktori :

r   : Ijin untuk membaca direktori (ls -l nama_direktori)

w : Ijin untuk merubah isi direktori (rm nama_file/nama_direktori)

x  : Ijin untuk mengeksekusi direktori (cd nama_direktori)

lalu diikuti dengan keterangan pemilik, group, ukuran, tanggal dan nama file atau direktori.

Untuk melihat direktori-direktori kita juga bisa menggunakan command berikut:

  1. ls -lt berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (baik yang terbaru maupun terlama)
  2. ls -lS berfungsi mengurutkan daftar file berdasarkan ukuran file (Dari besar hingga terkecil)
  3. ls -lrt berfungsi mengurutkan daftar file dari yang terlama hingga yang terbaru

Copying, moving, and deleting file

cp Digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.

mv Digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.

rm Digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.

Beberapa pilihan yang berguna untuk perintah cp dan mv:

  • f atau —force
    Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
  • i atau –interactive
    Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
  • -b atau –backup
    Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

Membuat dan menghapus direktori

$mkdir -p d1/d2/d3 berfungsi untuk membuat direktori bersarang. Jika kita tidak ditambahkan -p maka akan terjadi error. Sedangkan jika kita ingin menghapus direktori bersarang, kita hanya mengetikan $rmdir -p d1/d2/d3. Tidak hanya itu ada juga cara menghapus secara rekursif, dimana direktori yang dihapus akan terhapus semua hingga ke akarnya dengan cara $rm -r d1.

Perintah Find

Perintah find ini digunakan untuk mencari file/direktori dengan cara $find . -nama “text”.

Kompresi File

Pada linux, terdapat 2 program yang populer dalam mengkompres file yaitu konpresi gzip dan bzip2.

  1. gzip
    $gzip -d services.gz
  2. bzip2
    $bzip2 services dan perintah bunzip untuk dekompresi file bzip2nya $ bunzip2 services.bz2

Setelah membahas manajemen file, lalu kita masuk ke file permission.

Pada sistem operasi linux terdapat 3 jenis hak akses, antara lain adalah :

1. Read
2. Write
3. Execute

Dalam implementasinya, untuk mengatur hak akses pada linux ada dua cara yaitu :

1. Mode Simbolik

Cara mengatur hak akses menggunakan mode simbolik :
a. Memutuskan hak akses tersebut untuk kepemilikian apa. Kepemilikan ditandai dengan : user (u) , group (g),  other (o) dan all (a).
b. Memutuskan hak akses itu mau ditambah (+) atau dihapus (-) atau juga diset semua kepemilikan dengan menggunakan (=).
c. Memutuskan apakah hak akses tersebut akau dizinkan untuk read (r), write (w), execute (x) dan tidak diizinkan (-)

Contoh :
$ chmod a=w namaFIle
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r–r–
$ chmod g+x namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r-xr–
 $ chmod u+wx namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rwxr-xr–
 $ chmod ug-x namaFile
Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rw-r—r–

2. Mode Numerik

Pada mode numerik mengatur hak akses dengan menggunakan 3 digit nomer oktal. Dibawah ini nilai hak akses :
Read = 4
Write = 2
Excute = 1
No Permission = 0

Contoh :
 $ chmod 740 namaFile
Dalam hal ini, izin namaFile menjadi -rwxr—–. Pemilik/user akan memiliki izin read, write dan execute (7 = 4 + 2 + 1), kelompok/group memiliki izin read (4), dan other tidak memiliki izin akses (0).

Referensi :

Resume Kuliah Umum Prof. Bruce Waldrip

Tanggal 7 november 2013 ialah hari dimana kuliah umum itu dilaksanakan, bertempat di auditorium JICA, dan dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa ilkom dan pilkom juga para dosen.

Kuliah Umum tersebut berjudul “Applying Research to Our Teaching of ICT” yang ditujukan untuk bagaimana kita menerapkan penelitian ke dalam pengajaran ICT kita, sehingga proses pengajaran pun dapat lebih baik lagi.

Garis besar dari Kuliah Umum ini ialah dianjurkannya penggunaan teknologi untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Prof Bruce melakukan peragaan dengan menggunakan kamera dari iPhonenya untuk melihat objek-objek kecil dan langsung memperlihatkannya kepada audience menggunakan proyektor, Hal seperti itu bisa diterapkan pada pengajaran di sekolah-sekolah. Jadi penggunaan teknologi sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Di tengah-tengah presentasi, beliau juga memberikan kuis-kuis bertemakan pertanyan logika juga beliau memperlihatkan video-video yang dapat menginspirasi kita walaupun beberapa diantaranya berolusi rendah sehingga kita tak bisa menangkap secara utuh maksud dari video itu.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi yang dapat membantu manusia khususnya di bidang pendidikan, maka…….

“Timbul Pertanyaan……….“

`apakah peran guru dimasa yang akan datang itu dibutuhkan?`

jawabannya iyalah peran guru masih dibutuhkan, mengapa? karena sebagus apapun teknologi saya kira tak akan bisa yang bisa seperti seorang guru dalam menjelaskan materinya, dimana guru bisa mengetahui metode apa yang tepat untuk diberikan pada anak didiknya dan teknologi digunakan untuk membantu guru menyampaikan materinya.

Resume praktikum wireless, konfigurasi access point

Praktikum pada waktu itu tidak biasanya, kami sekelompok (saya, defri, farhan, aliansyah) kali ini melakukan praktikum di laboratorium jarkom, dan hanya ada kami di lab itu tentu didampingi oleh asisten dosesn jarkom.

praktikum dimulai dengan memperlihatkan device access point yaitu linksys WAP54G, gambarnya ialah sbb:

Linksys_WAP54G_v2.0_FCCa

setelah itu kita diperlihatkan bagian belakang dari access point

L48-2208-call1-yc

ada port untuk LAN, power untuk adaptor dan juga lubang reset, untuk lubang reset kita perlu menekan tombol yang ada di lubang itu selama kurang lebih 8-10 detik untuk mereset konfigurasi akses poin ke default (bawaan pabrik).

lalu kita mulai melakukan konfigurasi

1

pada gambar diatas terdapat pilihan untuk mengisi ip address secara statik atau dhcp, dan juga terdapat nama akses poinnya (nama device). setelah melakukan setting ip kita akan konfigurasi layanan akses poin

2

di sana ada pilihan ap (default) yaitu device sebagai akses poin dimana device akan menyebarkan jaringan internet dari kabel LAN misalnya, lalu ada AP Client dimana device menjadi client dari akses poin lain lalu ia sebarkan lagi (cabang dari ap lainnya), lalu ada sebagai wireless repeater alias penguat sinyal dari ap tertentu, dan terakhir sebagai wireless bridge yaitu penghubung antara dua atau lebih jaringan yang secara protokol terpisah. setelah itu kita masuk ke menu wireless

3

di sana (basic setting) kita bisa set nama jaringan kita misal `REZA-AP`atau `AP-boot` atau apapun boleh asal dapat dimengerti, lalu ada drop down mode yang di dalamnya ada layanan yang bisa kita pakai yaitu tipe b atau g, kebetulan di sini saya menggunakan yang mixed lalu memilih channel yang digunakan. setelah setting beres selanjutnya kita masuk ke wireless security.

4

di sini kita bisa memilih mode pengamanan jaringan, ada WEP, WPA-personal, WPA2-personal, WPA2-mixed, WPA2-enterprise, dan RADIUS. Pada mode WEP keamanan akan dibentuk dari kata yang kita masukan sebagai hasil enkripsinya, sedangkan pada WPA, dan WPA2 menggunakan metode enkripsi yang berbeda dari WEP yaitu menggunakan teknik enkripsi TKIP, AES, maupun kombinasi keduanya, sedangkang RADIUS adalah salah satu teknik pengamanan dengan menggunakan Server RADIUS. setelah setting keamanan jaringan kita masuk ke wireless MAC Filter.

5

di sana kita bisa memblok atau mengizinkan sampai 50 MAC address, ada dua pilihan yaitu permit dan prevent, jika kita memilih permit maka mac address yang kita masukan pada list akan bisa mengakses access point yang kita buat. Namun apabila kita memilih permit maka  mac address yang kita masukan pada list tidak akan bisa mengakses access point yang kita buat. setelah itu kita masuk ke Administration

dimana di bagian itu terdapat pilihan-pilihan untuk menyimpan konfigurasi kita ataupun untuk mengunduh konfigurasi yang telah kita buat sebelumnya. setelah itu kita ke bagian status 

6di bagian status akan ditampilkan berupa informasi konektivitas Access Point, baik secara Local Network, maupun secara Wireless Network.

referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Wireless_bridge

http://wahyuheri.wordpress.com/2011/12/21/cara-setting-awal-wireless-access-point-wap54g/

gambar :

http://forum.lowyat.net/uploads/attach-83/post-40683-1154749576.jpg

http://images.highspeedbackbone.net/itemDetails/L48/L48-2208/L48-2208-call1-yc.jpg

http://images.wikia.com/infodepot/images/8/86/Linksys_WAP54G_v2.0_FCCa.jpg

http://ui.linksys.com/WAP54G/v3/3.01/Setup.htm

review seminar internasional ilkom dan pendilkom

E-portofolio dalam pengembangan kompetensi “Learn How To Learn”

oleh

 Mr. LIM Cher Ping dari

The Hong Kong Institute of Education

Mr. LIM ialah seorang dosen di `Hongkong Institute of Education` membawakan sebuah presentasi mengenai e-portofolio dimana kita semua bisa posting kompetensi kita selama belajar di kampus, bahkan dari sekolah dasar sekalipun. Tujuannya diantaranya ialah untuk branding kita di dunia kerja sehingga kita bisa menggunakan e-portofolio dan juga menggunakan portofolio biasa. Dalam e-portofolio juga kita bisa sharing dengan dosen maupun mahasiswa lain. Jadi harapannya mahasiswa dapat bersikap kritis terhadap suatu permasalahan dan dituntut untuk mandiri.

Kegunaan-kegunaan e-portofolio diantaranya :

  • Memonitoring  dan  memanage proses pembelajaran yang dilakukan oleh Mahasiswanya
  • Memberikan kesempatan dan keuntungan bagi Mahasiswa dan staf agar kaya dengan wawasan teknologi di sekitarnya
  • Memberikan dukungan kepada Mahasiswa untuk dapan menyimpan dan terus terpacu untuk mengoleksi berbagai prestasi dan pengetahuan yang dicapainya
  • Dan pada akhirnya E-Portfolio ini dapat digunakan untuk kepentingan di masa depan, kurang lebih bisa digunakan sebagai bukti pada Curriculums Vitae

Dalam menggunakan e-portofolio ada juga dampak atau akibat dari penggunaannya, diantaranya:

  • Mahasiswa bisa mengumpulkan semua penilaian yang diraihnya pada e-portfolio mereka
  • Mahasiswa bisa mengunggah hasil pekerjaan mereka pada e-portfolio sebagai bukti.
  • Mahasiswa dapat terus mengembangkan diri dari masukan-masukan yang didapatnya
  • Mahasiswa bisa menampilkan proses pembelajaran dan hasil dari pembelajarannya melalui media elektronik

INTERVAL KEDUA

ICT Trends and Computer Science Education

Oleh

Prof. Zainal. A. Hasibuan, Ph.D

Teknologi informasi  bisa dikatakan sudah masuk ke semua aspek kehidupan, khususnya di kota-kota besar dan menengah. Dalam perkembangannya khususnya di Indonesia, teknologi informasi berperan dalam pembangunan infrastruktur, ekonomi, social, dan budaya. Tanpa adanya ICT maka tidak aka nada pula efisiensi. Dalam mempelajari ICT kita dituntut untuk terus mempelajari perkembangannya Karen ilmu ICT bersifat Obsolate, dalam presentasinya beliau juga menuturkan isu-isu yang sedang berkembang di dunia ICT saat ini.

Untuk menguasai dunia IT, menurutnya kita harus menguasai beberapa hal berikut ini:

  1. Mobile Devices Battles
  2. Mobile Apps and HTML5
  3. Personal Cloud
  4. The Internet of Things
  5. Hybrid IT and Cloud Computing
  6. Strategic Big Data
  7. Actionable Analytics
  8. Mainstream In-Memory Computing (IMC)
  9. Integrated Ecosystems
  10. Enterprise App Stores

Beliau juga menyinggung soal kurikulum 2013 yang mengharuskan ditiadakannya guru tik di sekolah-sekolah, dan menghimbau pada mahasiswa-mahasiswa pendidikan ilmu komputer untuk tidak khawatir karena lulusan pendidikan ilmu komputer dan ilmu komputer bisa masuk ke semua bidang di dunia kerja.

Cheat Sheet Command Line pada Linux atau UNIX

basiccommandlinux

Untuk lebih jelas klik pada gambar

referensi lain agar pengetahuan kita lebih bertambah :

STATUS PROSES PADA SISTEM OPERASI

Sistem operasi pada hakikatnya merupakan sarana untuk menghubungkan komputer dengan user, di dalamnya terdapat banyak sekali fitur-fitur yang disajikan diantaranya untuk menjalankan program-program atau aplikasi-aplikasi, seluruh aktivitasitu ialah sama, maka kita bisa menyebut seluruh program sebagai proses-proses.

Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global.

Keadaan proses

Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses bisa kita definisikan sebagai berikut:

  1. New                      : Proses sedang dikerjakan/ dibuat.
  2. Running               : Instruksi sedang dikerjakan.
  3. Waiting                 : Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/ signal).
  4. Ready                   : Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.
  5. Terminated        : Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.

 

Istilah dari kata-kata di atas bisa saja bebeda-beda tergantung dari kita yang menginterpretasikannya, untuk menjelaskan poin-poin di atas kita bisa melihat gambar berikut

4-1

 

Di gambar di atas kita bisa melihat bagaimana suatu program ditangani baik itu ketika siap, berjalan menunggu dan dihancurkan atau terminasi.

Process Control Block

Proses kontrol block adalah proses yang dilakukan oleh sistem operasi untuk mempresentasikan tiap-tiap proses yang ada. Adapun proses-proses yang ada ialah Mutual Exclusion, deadlock, stravation, strategi preemtive, strategi non preemtive, multiprocessing system, dan multiprogramming.  Dalam menjalankan tugasnya proses banyak mengalami gangguan oleh karenanya ada fitur yang bernama PCB (Proses Control Block) untuk membantu dan memberikan dukungan kepada proses itu. Proses Control Block adalah bentuk informasi-informasi lain yang diperlukan sitem operasi untuk mengendalikan dan mengoordinasikan beragam proses aktif dalam suatu proses, berikut adalah sebuah gambar yang bisa sedikit mendeskripsikan Proses Control Blok

4-2

Sekilas penjelasan proses-proses dalam PCB :

  • Mutual Exclusion adalah jaminan bahwa hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada suatu interval waktu tertentu.
  • Deadlock adalah proses tunggu dimana proses tersebut tidak pernah terjadi. Deadlock biasa juga disebut hang.
  • Stravation situasi dimana proses-proses menunggu secara tidak tentu dengan menggunakan semaphore. Semaphore adalah pendekatan dimana dua atau lebih dapat bekerjasama menggunakan penanda-penanda sederhana.
  • Strategi preemtive yaitu suatu strategi dimana proses yang sedang dieksekusi dapat diambil alih oleh proses lain.
  • Strategi Non Preemtive yaitu suatu strategi dimana proses sedang di eksekusi, maka proses tidak dapat dihentikan atau diambil alih oleh proses lain.
  • Multiprocessing system yaitu dapat menjalankan beberapa proses dalam waktu yang bersamaan.
  • Multiprogramming yaitu menjalankan suatu program dalam waktu yang bersamaan.

 

Dalam PCB juga terkandung informasi-informasi di dalamnya :

  • Pointer merupakan penunjuk yang dinamis dimana suatu peubah yang akan dialokasikan hanya pada saat diperlukan.
  • Status Proses Status new, ready, running, waiting, terminated, dan sebagainya .
  •  Program Counter. Suatu stack/tumpukan yang berisi alamat dari instruksi yangakan dieksekusi.
  • CPU register.
  • Informasi manajemen memori. Informasi ini dapat termasuk suatu informasisebagai nilai dari dasar dan batas register, tabel halaman, atau tabel segmentergantung pada sistem memori yang digunakan oleh sistem operasi.
  • Informasi pencatatan. Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu yang dipakai, batas waktu, jumlah akun, jumlah proses, dan sebagainya.
  • Informasi status M/K. Informasi termasuk daftar dari perangkat M/K yang digunakan pada proses ini.

Pembentukan proses

Saat komputer berjalan, terdapat banyak proses yang berjalan secara bersamaan. Sebuah proses dibuat melalui system call create-process membentuk proses turunan (child process) yang dilakukan oleh proses induk parent process. Proses turunan tersebut juga mampu membuat proses baru sehingga kesemua proses-proses ini pada akhirnya membentuk pohon proses. Ketika sebuah proses dibuat maka proses tersebut dapat memperoleh sumber-daya seperti ”waktu CPU”, ”memori”, ”berkas” atau perangkat ”M/K”. Sumber daya ini dapat diperoleh langsung dari Sistem Operasi, dari Proses Induk yang membagi-bagikan sumber daya kepada setiap proses turunannnya, atau proses turunan dan proses induk berbagi sumber-daya yang diberikan Sistem Operasi. Ada dua kemungkinan bagaimana jalannya (running) proses induk dan turunan berjalan (running). Proses-proses tersebut berjalan secara konkuren atau proses induk menunggu sampai beberapa/seluruh proses turunannya selesai berjalan. Juga terdapat dua kemungkinan dalam pemberian ruang alamat (address space) proses yang baru.

Terminasi proses

Suatu proses diterminasi ketika proses tersebut telah selesai mengeksekusi perintah terakhir serta meminta sistem operasi untuk menghapus perintah tersebut dengan menggunakan system call exit. Pada saat itu, proses dapat mengembalikan data keluaran kepada proses induk-nya melalui system call wait. Semua sumber-daya yang digunakan oleh proses akan dialokasikan kembali oleh system operasi agar dapat dimanfaatkan oleh proses lain. Suatu proses juga dapat diterminasi dengan sengaja oleh proses lain melalui system call abort. Biasanya proses induk melakukan hal ini pada turunannya. Alasan terminasi tersebut seperti:

  1. Turunan melampaui penggunaan sumber-daya yang telah dialokasikan. Dalam keadaan ini, proses induk perlu mempunyai mekanisme untuk memeriksa status turunannya-nya.
  2. Task yang ditugaskan kepada turunan tidak lagi diperlukan.
  3.  Proses induk selesai, dan sistem operasi tidak mengizinkan proses turunan untuk tetap berjalan.

Jadi, semua proses turunan akan berakhir pula. Hal ini yang disebut cascading termination.

Referensi

Cara Menginstal UBUNTU 11.10

 

 

  1. Booting cd Ubuntu
    1
  2. Lalu, tekan tombol apa saja untuk pemilihan bahasa, dan tampilannya akan seperti ini
    2
  3. Setelah memilih bahasa, lalu akan keluar tampilan seperti di bawah ini, lalu pilih install Ubuntu
    3
  4. Lalu akan tampil “boot screen”, untuk menuju langkah selanjutnya
    4
  5. Lalu akan muncul tampilan untuk memilih bahasa yang akan digunakan di Ubuntu yang akan kita install
    5
  6. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini, apabila anda ingin mengaktifkan codec mp3, flash, dan media lainnya ceklis bagian yang bertanda merah muda yang tampak pada gambar dibawah ini
    6
  7. Lalu muncul pilihan untuk memilih pembagian partisi, apakah ingin otomatis atau manual, jika ingin otomatis pilih yang bagian atas, dan apabila ingin manual, pilih yang bagian bawah
    7
  8. Memulai pembagian partisi, akan muncul tampilan seperti ini
    8
  9. RAM dan space Harddisk yang tersedia adalah:
    Harddisk : 8 Gb
    Memory: 512 Mb
    lalu untuk file system saya set kurang lebih 7 Gb, lalu mengatur mount point dengan memilih /
    9
  10. karena RAM yang digunakan 512 jadi pada bagian swap saya set 1024 Mb(besar swap harus 2 kali besar RAM)
    10
  11. Setelah memilih partisi, akan muncul tampilan seperti ini, lalu klik install now
    11
  12. Selanjutnya mengatur lokasi Atau timezone
    12
  13. Lalu setelah itu, kita harus memilih keyboard layout
    13
  14. Lalu mengatur user name & password untuk melakukan proses login, setelah itu klik continue
    14
  15. Setelah itu akan muncul tampilan seperti ini, dan proses penginstallan sistem dimulai
    15
  16. Lalu tunggu sekitar 15 sampai 30 menit sampai proses instalasi selesai.
  17. Setelah selesai menginstal, akan muncul tampilan seperti ini, klik restart now untuk merestart Ubuntu
    16
  18. Setelah merestart, akan muncul tampilan seperti ini, masukan password anda dan tekan enter untuk login
    17
  19. Proses Instalasi Ubuntu telah selesai, selamat mencoba
    18

SDRAM dan DDRAM

SDRAM
SDRAM (synchronous dynamic random access memory) ialah random akses memori dinamik yang disinkronisasi bersama sistem bus. memiliki kecepatan dari 66 MHz hingga 133MHz. di masa awalnya memori ini dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium PRO atau Intel Pentium MMX, lalu dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium III dan memiliki kecepatan hingga 100 MHz. Memori ini mencapai kecepatan terbaiknya yaitu 133 MHz ketika ia dipasangkan dengan Intel PEntium 4 dan AMD Athlon.

sdram

Slot memori pada SDRAM berjumlah 168 pin, memori ini berbentuk Dual Inline Memory Modul (DIMM). SDRAM banyak digunakan di komputer pentium 3 dan hanya menghantarkan 1x data saja pada tiap clocknya. Tipe-tipe SDRAM : SDRAM 32, 64, 128, 256, 512MB PC100/133.
DDRAM
DDRAM merupakanmerupakan tipe ram yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari SDRAM. RAM jenis ini berbeda dengan RAM sebelumnya yang hanya bisa melakukan single clock cycle. DDRAM mampu menghantarkan data dua kali lebih cepat. DDRAM mempunyai beragam kecepatan. DDRAM memiliki beberapa generasi dari mulai DDR 1 (range kecepatan 100 – 200 MHz), lalu ada DDR 2 (100 – 266 MHz), dan DDR 3 (100 – 266 MHz). Masing-masing jenis RAM tersebut tidak saling kompatibel dan didesign dengan slot yang berbeda. Memori ini memiliki slot memori sebanyak 192 pin bentuknya sama dengan SDRAM yaitu berupa DIMM. DDR 3 ialah jenis DDRAM yang sampai saat ini masih kita sering gunakan pada komputer kita.

DDR-DDR2-DDR31

 

 

Tabel perbedaan dari kedua jenis memori dikutip dari : http://www.diffen.com/difference/DDR_vs_SDRAM

Captures

 

Referensi :

Karakteristik Prosesor Intel Pentium 4 dan Prosesor Intel Core i3

  • Intel Pentium 4

Prosesor intel pentium 4 adalah CPU yang memiliki satu inti (single-core) yang mempunyai mikroarsitektur generasi ke-7 yang biasa disebuy NetBurst. Arsitektur ini mengutamakan jalur instruksi yang sangat mendalam untuk mencapai clock-speed yang sangat tinggi. Intel mengklaim bahwa prosessor ini bisa mencapai kecepatan 10 GHz, namun prosesor ini juga masih memiliki beberapa masalah misalnya penyebaran panas yang belum baik.

 unduhan
(gambar 1)
Keuntungan dari mikroarsitektur NetBurst masih belum jelas, karena di satu sisi dengan kode aplkasi yang dioptimasi secara hati-hati intel Pentium 4 memang mengugguli prosesor intel pentium 3 tercepat (kecepatan clock 1,3 GHz ) seprti yang diperkirakan. Namun di sisi lain dalam x87 floating-point instructions intel pentium 4 bahkan berada dibelakang pendahulunya. Cacat yang sangat menonjol pada mikroarsitektur ini ialah saling berbagi jalur interkoneksi BUS yang searah. Terlebih lagi mikroarsitektur ini mengkonsumsi lebih banyak energi dan memancarkan lebih banyak panas daripada mikroarsitektur intel atau amd sebelumnya. Netburst bahkan tidak mencapai target kecepatan-clock 10 GHz karena ia hanya mampu mencapai kecepatan-clock 3.8 GHz.

  • Intel core i3

Prosesor Intel Core i3 generasi prosesor terbaru yang dikeluarkan oleh intel setelah sebelumnya mengeluarkan prosesor berlabel “core 2”. Pertama kali diluncurkan pada 7 januari 2010. core i3 pertama yang diluncurkan berbasis mikroarsitektur Nehalem, dengan GPU ( graphic processing unit) yang sudah terintegrasi dan memiliki 2 inti. Mikroarsitektur Nehalem dirilis sekitar November tahun 2008 bersamaan dengan diperkenalkannya skema penamaan inti prosesor terbaru oleh intel yaitu core i3, core i5, dan core i7. Namun nama-nama tadi tidak sesuai dengan jumlah inti yang tersedia pada masing-masing prosesor.

images
(gambar 2)
Merek prosesor kini terbagi menjadi tiga bagian yaitu Core i3( tingkat rendah), Core i5( tingkat menengah), dan Core i7(kinerja tingkat tinggi). Fitur umum dari mikroarsitektur Nehalem ini mencakup pengendali memori DDR3 yang terintegrasi serta QuickPath Interconnect atau PCI express dan tampilan media langsung (Direct Media Interface) pada prosesor yang menggantikan quad-pumped Front Side Bus yang telah usang di inti prosesor sebelumnya. Semua prosesor pada mikroarsitektur ini memiliki 256 KB cache L2 per inti, dan hingga 12 MB cache pada L3. Kerena memiliki interkoneksi input/output yang baru, chipset dan mainboard dari generasi sebelumnya tak bisa dipakai oleh prosessor berbasis Nehalem.
Pada awal tahun 2011 sebuah mikroarsitektur baru diperkenalkan oleh intel, ia adalah Sandy Bridge Microarchitecture. Namun tanpa menghilangkan produk-produk yang berbasis Nehalem seperi i3, i5, dan i7. Set awal dari prosesor Sandy Bridge ini memiliki varian dual-core dan cuad-core yang semuanya menggunakan sebuah inti dengan ukuran 32 nm untuk kedua CPU dan GPU yang telah terintegrasi, tidak seperti mikroarsitektur sebelumnya. Semua inti dari i3, i5, dan i7 dengan mikroarsitektur Sandy Bridge memiliki 4 digit nomor model.

 

 

  • Keunggulan Prosesor Core i3-2100 :
  1. Lebih banyak inti prosesor untuk membantu menangani beberapa thread atau program simultan.
  2. Teknologi Hyper-threading yang menggandakan jumlah threads yang bisa dieksekusi oleh CPU secara bersamaan.
  3. Frekuensi operasi dari core i3 lebih tinggi dari frekuensi operasi pentium 4 yaitu sebesar 2 GHz.
  4. Execute disable bit technology dapat membantu melindungi dari beberapa jenis virus komputer. Fitur ini tak bisa berjalan dengan baik pada beberapa sistem operasi terdahulu seperti windows 2000, MAC OS 9, dan lainnya.
  5. Chip ini bisa menjalankan sistem operasi dan aplikasi 64-bit.
  6. Intel core i3 menyediakan akselerasi hardware program virtual.
  7. Mikroprosesor ini memiliki instruksi-instruksi dari SSE3, SSSE3, SSE4.1, SSE4.2
  8. CPU ini mendukung instruksi AVX, meskipun belum digunakan pada aplikasi saat itu, namun instruksi AVX harusnya bisa berguna di masa mendatang.
  9. Memiliki GPU HD 2000 yang bisa digunakan untuk permainan dan aplikasi 3 dimensi.
  • Keunggulan Intel Pentium 4 2 GHz
  1. Mikroprosesornya memiliki keefisienan 16 % lebih baik dibanding intel core i3-2100.

Perbandingan Spesifikasi antara Core i3-2100 dan Pentium 4 2 GHz

Grafik di bawah ini ialah perbandingan karakteristik terpenting dari dua buah prosesor yang sedang diamati.

 Capture

Referensi

  • http://www.cpu-world.com/Compare/563/Intel_Core_i3_i3-2100_vs_Intel_Pentium_4_2_GHz_(RK80532PC041512).html
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Pentium_4
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Intel_Core http://www.intel.co.id/content/www/id/id/processors/core/core-i3-processor.html
  • http://www.sharkyextreme.com/hardware/cpu/article.php/2226901/Intel-Pentium-432-GHz-Review.htm (gambar 1)
  • http://uk.hardware.info/productinfo/115243/intel-core-i3-2100 (gambar 2)